Berikut ini saya jelas tentang mantra/kata-kata ‘bertuah’ :

Point 1.
================================================== =======
Jadi menurut penelitian dan pengalaman saya serta beberapa orang dari latar belakang yang mempelajari FU.., ada yang mengembangkan FU/ meditasi apapun dengan memakai dzikir, bacaan tertentu , menyebut nama-nama Tuhan dengan berulang-ulang,.,dll..

Hal itu sama saja dengan memberikan sugesti pada kalimat yang berulang tersebut.. sehingga jika diajarkan orang lain dan orang lain “tersugesti”/”yakin” maka “mantra”/”kata-kata” itu akan sangat amat “bertuah”.
hal ini berlaku untuk “kata-kata” apapun.. 

jadi agan sendiri bisa membuat mantra yang bertuah.. dengan jalan “membaca ‘kata-kata mantra’ tersebut dengan berulang-ulang saat meditasi” serta susunan kata tersebut disertai sugesti.., dan jika sampai terasa “sesuatu” di ubun2 saat membaca “kata-kata tersebut” maka “kata-kata tersebut” akan bertuah karena dengan kata-kata tersebut agan cepat tersugesti.. 

Hal ini tidak hanya untuk manusia.., mahluk-mahluk gaib-pun juga menciptakan kata-kata bertuah untuk keperluan diri sendiri.. disini intinya hanya “SUGESTI” dan “TERSUGESTI”.. 
================================================== =======

Point 2,
================================================== =======
Kata-kata yang diajarkan langsung dari “Guru Sejati” a.k.a “Jibril”…, yaitu saat menurunkan “ayat-ayat suci” , mengajarkan ke orang-orang sufi , orang-orang yang bijaksana, orang-orang yang dekat dengan “AKU”, orang-orang yang “terpilih”,dll . 

Kata-kata yang diajarkan itu sekarang ini banyak didokumentasikan pada “Kitab Suci”.. 

Saat jaman-nya, yaitu saat kata-kata itu diajarkan oleh “Guru Sejati” a.k.a “Jibril” kepada “pewarta-nya”.., maka kata-kata itu itu “AMAT SANGAT BERTUAH”, dan orang-orang yang mendengarkan akan “bergetar”/ “tergetar” / bahasa jawanya “nderedek” / “deg-deg-an”.. dan hal ini tidak perlu “SUGESTI”
Setelah “pewarta-nya” meninggal , maka semua “tuah/kesaktian/kekeramatannya” hilang .. karena “Guru Sejati” juga naik ke “langit”..  , sehingga yang ada hanya “sugesti”

Jadi jangan heran, jika banyak yg “bermain-main” dengan “ayat-ayat suci” ataupun menjelek-jelekkan “ayat-ayat suci” untuk keperluan diri sendiri/keuntungan diri sendiri/nafsu diri sendiri.. tetapi tidak memberikan efek “kualat”..
================================================== =======

Sehingga kembali ke pertanyaan agan henrytrianta,
kata-kata yang dibaca saat meditasi(baik FU ataupun bukan) maka kata-kata itu hanya “SUGESTI” aja..,
dan selama ini saya tidak mengajarkan “amalan” / “doa-doa” / “kata-kata” yang harus dibaca berulang-ulang.. karena hal ini bisa “menyesatkan” karena efeknya belum tentu sama ketika orang-orang yang lain membacanya (karena tergantung orang itu “tersugesti” apa tidak)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *