Original Posted By resi.betmen

gan abi yg baik,

jadi mnrt agan, yg menciptakan dunia itu adalah YANG MAHA SUCI … yg dalam kata-kata agan sering disebutkan sbg AKU YANG SEJATI

kalau begitu, dalam persepsi agan … YANG MAHA KUASA itu sebagai apa posisinya?

terima kasih

Saya akan coba jelaskan tentang Yang Maha Kuasa.. emoticon-Smilie
Coba pahami ini dengan hati-hati, jika tidak sesuai dengan hati agan -agan yang membaca anggap cerita fiksi saja dan saya tidak ada maksud menyinggung saraemoticon-No Sara Please…. emoticon-Smilie

YANG MAHA KUASA adalah Raja DIRAJA dari alam semesta,
YANG MAHA KUASA yang menerima permohonan (DOA) , dan tidak mengurus hukum2 , dll karena sudah ada yang lain yang bertugas mengurus masing2…
YANG MAHA KUASA adalah MAHA SEMPURNA.., sehingga tidak berbicara,tidak berfirman,dll emoticon-Smilie

jadi kl ada kata-kata “Tuhan berfirman / Tuhan berkata” , bisa dipastikan hal yang disebut “Tuhan” tersebut adalah YANG MAHA SUCI emoticon-Smilie
nah kl ada “DOA”/”Permintaan” ttg “keduniawian”.., yang mengabulkannya adalah YANG MAHA SUCI.. , misalkan ada seseorang yg berdoa “oh Gusti/Pangeran mohon hamba diberikan rejeki”.., nah hal itu memintanya ke Yang Maha Suci/DIRI SEJATI.. emoticon-Smilie

YANG MAHA KUASA adalah Pemilik dari Seluruh Alam Semesta,
YANG MAHA KUASA adalah “SESUATU” YANG MAHA LUHUR.. emoticon-Smilie

Perumpamaannya sebagai berikut.. (hal ini perumpamaan / simbol yg dihasilkan oleh gambaran panca indera) :
1. Simbolnya seperti Semar, (semua terangkum) ..maksudnya seperti ini :

Semar memiliki bentuk fisik yang sangat unik, seolah-olah ia merupakan simbol penggambaran jagad raya. Tubuhnya yang bulat merupakan simbol dari bumi, tempat tinggal umat manusia dan makhluk lainnya.
Semar selalu tersenyum, tapi bermata sembab. Penggambaran ini sebagai simbol suka dan duka. Wajahnya tua tapi potongan rambutnya bergaya kuncung seperti anak kecil, sebagai simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki-laki, tapi memiliki payudara seperti perempuan, sebagai simbol pria dan wanita. Ia penjelmaan dewa tetapi hidup sebagai rakyat jelata, sebagai simbol atasan dan bawahan.

2. Simbol sebagai Raja.. emoticon-Smilie
3. Simbol “Pemimpin Negara/Presiden”
4. Simbol tentang Seseorang yang berkuasa, kemudian meminta adanya pertunjukan wayang ke dalang… (seseorang yg berkuasa itu simbol Yang Maha Kuasa, sedangkan dalang adalah Yang Maha Suci)
4.dll.., yang kesemua-nya itu menggambarkan Keluhuran.. emoticon-Smilie

Guru Sejati mengajarkan bahwa DOA kepada Yang Maha Kuasa, yang terbaik adalah memohon supaya diberikan “keluhuran budi” dan “Tidak Tertinggal dengan yang lain” sebab Yang Maha Kuasa adalah “Maha Luhur”..
maka setiap doa yang saya panjatkan hanya ini..:
yaitu “Yang Maha Suci memohon anak dan cucu keluhuran budi oleh Yang Maha Kuasa serta tidak tertinggal dengan yang lainnya”..

maksudnya “Tertinggal dengan yang lainnya” adalah supaya kita tercukupi kebutuhan lahiriah/non lahiriah….misalkan harta benda,pendidikan,kepandaian,dll emoticon-Smilie

Karena dengan Keluhuran Budi itu , akan membawa diri kita menjadi orang yang bijaksana..
Dan tentu saja prosesnya akan dilalui dalam kehidupan sehari-hari yang bisa jadi jatuh,bangun, .. jatuh ,bangun,dll setiap terjatuh.. , sedapat mungkin kita segera bangun dan mohon ampun kepada Yang Maha Kuasaemoticon-Smilie

Dari sisi filosofi… (ini yg bisa membuat pusing kl dipikirkan.. emoticon-Big Grin):
Hal-hal yang berhubungan dengan Yang Maha Suci, berhubungan dengan “Baik” dan “Buruk”.. emoticon-Smilie
sedangkan dari Yang Maha Kuasa, yang ada “Benar” atau “Salah”..
maksudnya begini :
Agan berbuat “Baik” dengan memberikan “uang” kepada pengemis..,padahal hal itu perbuatan agan yang “Baik” adalah “SALAH”.., karena bisa jadi uang yg diberikan agan ke pengemis untuk modal pengemis digunakan kejahatan,dll.. emoticon-Smilie

Hal ini sama dengan ada yg di kitab suci.. pelajaran tentang Khidir dan Nabi Musa.. dimana Nabi musa adalah pembawa syariat, sedangkan Khidir adalah orang yang Bijaksana.. emoticon-Smilie
1. Nabi Musa melarang untuk membunuh sesama , khidir malah membunuh anak kecil yang “tidak berdosa”
2. Nabi Musa membawa perintah untuk berbuat baik, khidir malah merusak harta benda orang lain, dll.. emoticon-Smilie
Ceritanya bisa dibaca di sini => http://id.wikipedia.org/wiki/Khidir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *